Baca Berita

MANTAN BENDAHARA HALMAHERA BARAT DIPERIKSA KEMBALI

Oleh : kejatimalut | 28 Januari 2019 | Dibaca : 885 Pengunjung


MANTAN BENDAHARA HALMAHERA BARAT DIPERIKSA KEMBALI

Ternate, 28 Januari 2019 Mantan bendahara pengeluaran bagian umum dan perlengkapan Sekertariat Daerah  Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dengan inisial R alias Rahmad diperiksa tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Uang Persediaan (UP), Tambahan Uang Persediaan (TUP) dan uang perhitungan Pihak Ketiga (PFK) Tahun anggaran 2015.

Pemeriksaan dengan status sebagai tersangka Rahmad itu dilakukan sejak pukul 11.00 hingga 17.30 Wit yang dicecerkan kurang lebih 30 pertanyaan yang berkaitan dengan penyimpangan penyalahgunaan dana bagian umum dan perlengkapan Pemda Kabupaten  Halmahera Barat Tahun 2015.

Meskipun tim penyidik telah melakukan pemeriksaan tersangka dalam kasus tersebut, namun penyidik masih memerlukan  pendalaman-pendalaman terkait dengan kasus tersebut, dalam pengakuan tim penyidik belum melakukan langkah penahanan, penyidik ingin mengungkap fakta-fakta yang terkait dengan penyimpangan anggaran di Pemda Kabupaten Halmahera Barat itu, dan terkait dengan tersangka lain sampai sekarang tim penyidik masih melakukan pendalaman.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi Maluku Utara penetapan tersangka oleh tim penyidik ini sesuai dengan surat penetapan tersangka dari Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara No : Print/20/S/Fd.1/01/2019 tertanggal 24 Januari 2019, dan atas perbuatan tersebut Rahmad dikenakan Pasal 2 dan 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak  pidana korupsi.


Oleh : kejatimalut | 28 Januari 2019 Dibaca : 885 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN TINGGI MALUKU UTARA. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.