Logo
Pilih Bahasa:
Twitter
Baca Berita

Kerugian Negara pengadaan LAB Unkhair Dikembalikan ke Kas Negara

Oleh : kejatimalut | 28 Agustus 2018 | Dibaca : 198 Pengunjung

Ternate : Dua perusahan pemenang tender pengadaan alat Laboratorium (LAB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, pada 2011 silam, Selasa (28/8/2018), sekitar pukul 10:00 WIT mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Kedatangan dua perusahan yakni. PT Karya Sinar Felix dan PT. Nuri Utama Sanjaya di Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Malut tersebut, untuk mengembalikan kerugian Negara dalam kasus korupsi pengadaan LAB Unkhair yabng terjadi pada 2011 silam.

Perngembamlian kerugian Negara yang dilakukan oleh dua perusahan terasebut, diakui oleh kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut, Ida Bagus Nyoman Wismantanu yang disampaikan oleh Kasi penkum Apris R. Ligua saat dikonfriasi Reporter RRI, Selasa (28/8/2018) di kantor Kejati malut.

Apris yang juga sebagai humas Kejati Malut menambahkan, pengembalian kerugian Negara dalam kasus pengadaan LAB Unkhair dengan terpidana Abdurrahman Hoda tersebut, sudah sesuai putusan pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Ternate, dengan nomor putusan Nomor XV/Pidsus TPK/Tahun 2015.

Karena dalam putusaan tersebut, telah disebutkan bahwa terdapat kerugian negara senilai Rp 4.012.159.496, dan telah dibebankan kepada PT. Karya Sinar Felix dan PT. Nuri Utama Sanjaya, untuk mengembalikan kerugian negara hasil kejahatan korupsi ke kas negara. Dari kerugian negara sebagaimana disebutkan, maka pihak PT. Karya Sinar Felix telah mengembalikan kerugian negara melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Malut senilai Rp. 1.060.000.000 sementara PT Nuri Utama Sanjaya mengembalikan kerugian negara senilai Rp. 1.050.890.000. Dengan rincian pengaembalian keuangan negara secara bertahap, karena pada tahap pertama disetor ke kasa negara sebanyak Rp. 500 juta, kedua Rp. 90 juta ketiga 460 sekian.

"Total kerugian keuangan negara dari Rp. 4.012.159.496. Yang suduh dikembalikan senilai Rp. 2.117.900.000. sedangkan sisanya Rp. 1,9 miliar ini akan menjadi  tanggung jawab PT. Sinar Jaya Felix," ucap Apris.

Apris menambahkan, seiring dengan meninggalnya Direktur Utama (Dirut) PT. Sinar Felix sebelum pengembalian kerugian Negara, maka sisa kerugian negara yang belum dikembalikan akan diserahkan ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Malut melalui Bidang Perdata dan Tata usaha negara (Datun) untuk ditindaklajuti guna dilakukan sidang perdata.

"Iya, karena yang bersangkutan sudah meninggal, maka akan dicari solusi melalui sidang perdata," pungkasnya.


Oleh : kejatimalut | 28 Agustus 2018 | Dibaca : 198 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Daftar Buronan





Foto Galeri
Video Galeri
Jajak Pendapat
Bagaimana pendapat Anda tentang website resmi Kejati Maluku Utara?